Tahapan Klasifikasi Barang Menggunakan BTKI

Dalam mengklasifikasi barang menggunakan BTKI, prosedur yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi barang yang akan diklasifikasikan
  2. Mempelajari jenis, fungsi, bahan baku dan semua informasi mengenai barang
  3. Merumuskan identitas atau deskripsi barang tersebut
  4. Melihat Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI)

Secara lebih rinci, langkah-langkah berikut ini dapat digunakan untuk mengklasifikasi barang:

  • Kita identifikasi dulu barang yang akan kita klasifikasi. Dengan mengetahui spesifikasi barang.
  • Pilih bab atau bab-bab yang berkaitan dengan spesifikasi barang tersebut. Bila sudah kita tentukan, baca dan perhatikan baik-baik catatan Bagian dan catatan Bab yang berkaitan dengan pilihan bab atau bab-bab pada butir 1.
  • Perhatikan penjelasan-penjelasan dalam catatan Bagian maupun catatan Bab yang berkaitan dengan barang yang akan di klasifikasi. Apabila ada catatan yang mengeluarkan barang tersebut dari Bab atau Bagian yang kita pilih, perhatikan pada Bagian, Bab, atau pos mana barang tersebut diklasifikasikan.
  • Baca dan cermati catatan Bagian atau Bab(catatan Sub-pos dalam hal tertentu) yang ditunjuk oleh penjelasan pada butir ke 3. Kita ulangi proses pengklasifikasian pada butir 3. Pada tahap ini biasanya kita sudah mempunyai gambaran umum apakah barang tersebut diklasifikasikan di bab tersebut atau di bab lainnya.
  • Setelah menemukan satu bab yang paling sesuai berdasarkan kajian diatas, maka kita mulai menelusuri pos-pos yang mungkin mencakup barang yang akan kita klasifikasikan dalam bab tersebut. Pada tahap ini kadang-kadang kita sudah dapat menemukan pos yang mencakup barang tersebut dengan rinci. Bila sudah kita temukan satu pos yang tepat, maka langkah selanjutnya tinggal menentukan sub-pos (6 digit), sub-pos AHTN(8 digit) dan pos tariff(10 digit) yang sesuai. Ingat, dalam penentuan sub-pos dan pos tariff pun kadang timbul permasalahan klasifikasi yang sama dengan penentuan pos(4 digit). Sampai tahap ini sebenarnya kita sedang menggunakan KUM HS 1.
  • Apabila sepintas lalu ada beberapa pos yang sesuai dengan spesifikasi barang, kita mulai menggunakan KUM HS 2. Ingat, kita baru dapat menggunakan KUM HS 2 apabila KUM HS 1 benar-benar tidak dapat digunakan. Cara untuk meyakinkan bahwa KUM HS 1 adalah dengan berusaha membuktikan bahwa hanya ada satu pos yang sesuai untuk barang tersebut.
  • Dalam menggunakan KUM HS 3(b), perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan sifat utama(essential character) meliputi berbagai aspek.Beberapa aspek yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan sifat utama adalah fungsi/kegunaan, nilai(value), dan bentuk fisik(appearance). Usahakan paling tidak selalu mempertimbangkan ketiga aspek tersebut sebelum menentukan sifat utama suatu barang campuran.
  • Dalam membandingkan pos-pos, sub-sub pos, atau, pos-pos tariff, harus selalu diingat bahwa yang dibandingkan adalah pos-pos, sub-sub pos, atau pos-pos tariff yang setara. Ingat, dalam mengklasifikasi, perbandingan dimaksud tidak berdasarkan pembebanan impornya.
  • Apabila sudah dipilih satu pos tariff yang benar-benar sesuai dengan uraian barang, langkah selanjutnya adalah melihat pembebanan Bea Masuk, PPN, PPNBM, dan Cukai. Ada atau tidak aturan tata niaganya. Karena pembebanan tersebut sering berubah, jangan luapa selalu menggunakan pembebanan yang up to date berdasarkan ketentuan yang terbaru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s