Menghitung Besaran SPTNP

Menghitung Besaran Denda Pada SPTNP

Untuk pemenuhan hak keuangan Negara dan ketentuan impor yang berlaku, Pejabat melakukan penelitian terhadap tarif dan nilai pabean yang diberitahukan. Penelitian dimaksud diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak tanggal pendaftaran PIB. Dalam hasil penelitian sebagaimana dimaksud mengakibatkan kekurangan pembayaran bea masuk, cukai, dan PDRI, Pejabat menerbitkan SPTNP(Surat Penetapan Tarif dan Nilai Pabean). Terhadap SPTNP yang terbit atas PIB yang ditetapkan jalur merah atau jalur kuning, pejabat menerbitkan SPPB setelah:

  • Importir melunasi kekurangan bea masuk, cukai, PDRI, dan sanksi asministrasi berupa denda, atau
  • Importir menyerahkan jaminan sebesar bea masuk, cukai, PDRI, dan sanksi asministrasi berupa denda dalam hal diajukan keberatan.

Penetapan tariff dan nilai pabean atas pemberitahuan pabean secara self assessment hanya dilakukan dalam hal tarif dan nilai pabean yang diberitahukan berbeda dengan tarif yang ada dan/atau nilai pabean barang yang sebenarnya. Berdasarkan pasal 16 ayat 4 UU Kepabeanan Tahun 2006, “Importir yang salah memberitahukan nilai pabean untuk perhitungan bea masuk sehingga mengakibatkan kekurangan pembayaran bea masuk dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit 100% dari bea masuk yang kurang dibayar dan paling banyak 1000% dari bea masuk yang kurang dibayar.” Namun sayangnya pada ayat tersebut tidak dijelaskan secara rinci bagaimana perhitungan denda yang masuk kategori 100% – 1000%. Untuk itu disini akan dijelaskan bagaimana cara mengetahui besaran denda yang dimaksud.

Contoh:

Importir I mengimpor 1000 unit barang X dengan harga per unit (yang diberitahukan) adalah CIF 60(dolar) dengan Bea Masuk sebesar Rp. 81.000.000. Dalam penelitian selanjutnya, pada saat yang bersamaan Bea Cukai menetapkan besaran Bea Masuk semestinya sebesar Rp. 120.000.000, sehingga Importir dianggap melanggar ketentuan pasal 14 UU Kepabeanan yang mengakibatkan kurang bayar Bea Masuk. Berikut ini data perbandingan antara Importir dan Bea Cukai:

Pemberitahuan PIB Importir

NP = 1000(jumlah Barang) X CIF 60 X Rp. 9000(Kurs yang berlaku pada saat itu)

      = Rp. 540.000.000

BM = 15% X Rp. 540.000.000

       = Rp. 81.000.000

PPN = 10% X Rp. 621.000.000(hasil penjumalahan NP+BM) = Rp. 62.100.000

PPh  = 2,5%X Rp. 621.000.000(hasil penjumalahan NP+BM) = Rp. 15.525.000

Maka Pajak Dalam Rangka Impor(PDRI) adalah PPN+PPh+BM  = Rp. 158.625.000

Penetapan Bea Cukai

NP = 1000(jumlah Barang) X CIF 88.8 X Rp. 9000(Kurs yang berlaku pada saat itu)

      = 1000 X Rp. 800.000(hasil pembulatan)

      = Rp. 800.000.000

BM = 15% X Rp. 800.000.000

       = Rp. 120.000.000

PPN = 10% X Rp. 920.000.000(hasil penjumalahan NP+BM) = Rp. 92.000.000

PPh  = 2,5%X Rp. 920.000.000(hasil penjumalahan NP+BM) = Rp. 23.000.000

Maka Pajak Dalam Rangka Impor(PDRI) adalah PPN+PPh+BM  = Rp. 235.000.000

Berikut langkah-langkah Penyelesainnya

Pertama, Hitung selisih PDRI antara yang ditetapkan Bea Cukai dengan data Importir.

PDRI Bea Cukai    Rp. 235.000.000

PDRI Importir       Rp. 158.625.000

 —————————–    –

Jumlah                   Rp.   76.375.000

Kedua, Hitung selisih BM antara yang ditetapkan Bea Cukai dengan data Importir.

BM Bea Cukai      Rp. 120.000.000

BM Importir          Rp.   81.000.000

 —————————–  –

Jumlah                   Rp. 39.000.000

Ketiga, Tentukan range denda. Caranya:

Hasil selisih dari BM diatas dibagi BM Importir dikali 100%.

Hasil Selisih BM          Rp. 39.000.000     :     BM Importir      Rp. 81.000.000   X 100%

= 0,48 (48%)

Sebelum kita masuk ke tahap ke empat, ada baiknya kita menghafal lebih dulu ketetapan denda dibawah ini:

RANGE                                        DENDA

0             s.d     25%                  denda 100%

>25%      s.d     50%                  denda 200%

>50%      s.d     75%                  denda 400%

>75%      s.d     100%                denda 700%

Diatas 100%                              denda 1000%

Karena sengketa dalam kasus ini masuk dalam range >25% s.d 50%, maka denda yang ditetapkan adalah 200% dari selisih penjumlahan BM Bea Cukai dan BM Importir. Berikut cara menghitungnya:

Rp. 39.000.000 X 200%  =  Rp. 78.000.000

*catatan: range yang kita hitung dengan hasil 0.48(48%) masuk kategori denda >25% s.d 50% yaitu denda 200%.

Langkah Terakhir yaitu menjumlahkan selisih PDRI dari hasil perhitungan Bea Cukai dan Importir yang telah kita hitung sebelumnya ditambah dengan hasil denda pada tahap ketiga.

Selisih PDRI     Rp.   76.375.000

Denda                Rp.   78.000.000

 ————————–  +

Jumlah               Rp. 154.375.000

Maka, besaran denda yang ditetapkan pada SPTNP sebesar Rp. 154.375.000.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s