Perbedaan Pembebasan Bea Masuk dan Keringanan

Perbedaan Tidak Dipungut, Pembebasan, Keringanan, dan Pengembalian Bea Masuk

Dalam transaksi perdagangan kemungkinan adanya perubahan kondisi barang sebelum barang diterima oleh pembeli dapat saja terjadi. Sedangkan prinsip pemungutan bea masuk dalam undang-undang kepabeanan diterapkan atas semua barang impor untuk dipakai, sehingga wajar apabila barang yang mengalami perubahan kondisi terhindar dari pemungutan bea masuk. Oleh karena itu pembatasan  pada saat kapan terjadinya perubahan kondisi barang tersebut sangat menentukan fasilitas yang didapat. Didalam pasal 24,25, dan 26 UU kepabeanan menjelaskan secara sistematis mengenai BM tidak dipungut, pembebasan BM, dan keringanan BM. Lalu apakah perbedaan ketiganya?

Tidak Dipungut Bea Masuk (Pasal 24)

“Barang yang dimasukkan ke Daerah Pabean untuk diangkut terus atau diangkut lanjut ke luar Daerah Pabean tidak dipungut Bea Masuk.”

Pada dasarnya barang di luar daerah pabean sejak memasuki(melintas daerah pabean) sudah terutang bea masuk, tetapi dalam hal barang yang dimasukkan tersebut tidak diimpor untuk dipakai, barang tersebut tidak dipungut bea masuk tanpa syarat apapun. Asas yang diterapkan di Indonesia berdasarkan asas domisili. Pengertiannya bahwa pemungutan BM dikenakan terhadap subjek yang berdomisili di Indonesia dan objek yang dikonsumsi di wilayah pabean Indonesia. Contoh barang dalam fasilitas tidak dipungut bea masuk ini adalah semua barang yang masuk ke daerah pabean namun tidak untuk dimiliki/dikonsumsi di daerah pabean dan barang tersebut akan diangkut terus atau diangkut lanjut(transit). Yang dimaksud dengan barang diangkut terus adalah barang yang diangkut dengan sarana pengangkut melalui kantor pabean tanpa dilakukan pembongkaran terlebih dahulu. Sedangkan yang dimaksud dengan dingkut lanjut yaitu dilakukan pembongkaran terlebih dahulu.

Pembebasan Bea Masuk (Pasal 25)

Pembebasan bea masuk adalah  peniadaan pembayaran bea masuk yang diwajibkan. Pembebasan bea masuk ini bersifat mutlak, artinya jika persyaratan yang diatur untuk mendapatkan pemebebasan tersebut telah dipenuhi maka terhadap barang impor tersebut dapat diberikan pembebasan bea masuk. Sebab ketentuan fasilitas pembebasan bea masuk ini dilaksanakan dalam praktek kepabeanan internasional. Beberapa contoh barang yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk diantaranya barang perwakilan Negara asing beserta para diplomatnya, barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, persenjataan, amunisi, perlengkapan militer, termasuk suku cadang yang diperuntukan bagi pertahanan dan keamanan Negara.

Keringanan Bea Masuk (Pasal 26)

Pembebasan atau keringanan bea masuk yaitu pembebasan yang bersifat relatif, dalam arti bahwa pembebasan yang diberikan didasarkan pada beberapa persyaratan dan tujuan tertentu, sehingga terhadap barang impor dapat diberikan pembebasan atau keringanan bea masuk seperti sebagian pembayaran bea masuk yang diwajibkan. Sebab ketentuan keringanan bea masuk diberikan dengan persyaratan dan tujuan tertentu dengan kebijakan pemerintah dalam periode tertentu. Salah satu latar belakangnya adalah untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, perdagangan dan ekonomi nasional. Beberapa contoh barang yang mendapat fasilitas keringan bea masuk diantaranya barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri(sebagian besar barang modal), bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian, peternakan dan perikanan, barang yang mengalami kerusakan, penurunan mutu, kemusnahan, atau penyusutan volume atau berat karena alamiah saat diangkut ke dalam daerah pabean dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai.

Pengembalian Bea Masuk (Pasal 27)

Pengembalian bea masuk atas kesalahan tulis, kesalahan hitung, atau kesalahan pencatuman tariff yang mengakibatkan ketidaksesuaian nilai bea masuk. Dan hal itu terjadi tanpa kesengajaan pihak importir, melainkan disebabkan oleh adanya kebijaksanaan pemerintah yang mengakibatkan barang yang telah diimpor tidak dapat dimasukkan ke dalam daerah pabean sehingga harus diekspor kembali atau dimusnahkan dibawah pengawasan pejabat bea dan cukai dalam kondisi yang sama. Atau bisa juga disebabkan kelebihan pembayaran bea masuk akibat putusan Pengadilan Pajak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s