Mengapa Impor Besi Baja Cina Lebih Murah?

Kenaikan harga produk besi baja lokal yang berkisar 13%-15% dari harga lama membuat besi baja impor asal Cina makin sulit dibendung.  Kenaikan harga jual yang tidak bisa dihindari dikarenakan berbagai bahan baku baja seperti scrap (besi bekas), iron ore pellet (bijih besi), dan slab (baja setengah jadi) sebagian besar masih diimpor. Hal ini dibuktikan oleh kedatangan 86.000 unit cangkul impor asal China yang diimpor PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Begitupula harga bijih besi impor, khususnya yang berasal dari India telah naik 30% dari US$115 per ton menjadi US$150 per ton untuk periode yang sama. Selain kedua bahan baku baja tersebut, kenaikan harga juga berlaku pada baja setengah jadi (slab) impor.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mempengaruhi pada harga baja produksi dalam negeri ketimbang impor. Meski sejumlah peraturan pemerintah yang memperketat impor, seperti Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk steel wire road, serta barang larangan dan/atau pembatasan (Lartas) untuk produk besi baja, Cina melalui Menteri Keuangannya tidak tinggal diam dengan memberikan potongan bea masuk maupun bea keluar bagi komoditi tersebut, bahkan sebagian telah diberikan penghapusan bea.

Meluapnya produksi besi baja Cina yang mencapai 800 juta ton per tahun menjadi primadona yang mampu menyerap kebutuhan besi dan baja dunia yang hanya mencapai 1,2 miliar ton. Harga yang ditawarkan oleh besi dan baja dari China bisa lebih murah hingga 25% dari yang diproduksi Indonesia. Di sisi volume terjadi lonjakan 22,04% impor besi dan baja yang merupakan produk impor terbesar keempat periode Januari-September 2016. Negara-negara Asean lainnya pun mengalami kondisi yang sama dengan Indonesia. Tahun lalu, negeri itu mengekspor 112 juta ton besi dan baja ke seluruh dunia.

Besi dan baja merupakan material yang luas penerapannya dalam pembangunan negara. Negara dengan konsumsi besi dan baja yang tinggi cenderung mampu mengalami tingkat pembangunan yang tinggi pula. Konsumsi baja dunia diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2018. Dengan kelebihan pasokan tersebut, baja yang diproduksi oleh Cina memiliki harga yang sangat kompetitif sehingga dapat masuk ke pasar berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia.

 

2 thoughts on “Mengapa Impor Besi Baja Cina Lebih Murah?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s