Syarat Impor Sementara BUMN

Syarat Mendapatkan Fasilitas Impor Sementara

Barang impor dapat dikeluarkan sebagai barang impor sementara jika pada waktun importasinya benar-benar dimaksudkan untuk diekspor kembali paling lama 3 tahun. Berdasarkan Pasal 10D UU Kepabeanan Tahun 2006, terhadap barang impor sementara dapat diberikan pembebasan bea masuk dan keringanan bea masuk. Tujuan pengaturan impor sementara yaitu memberikan kemudahan atas pemasukan barang dengan tujuan tertentu, misalnya barang keperluan proyek yang digunakan sementara waktu yang pada saat pengimporannya telah jelas bahwa barang tersebut akan diekspor kembali.

Ketentuan operasinal yang mengatur impor sementara adalah Peraturan Menteri Keuangan nomor 142/PMK.04/2011 tentang impor sementara. Syarat utama terhadap barang impor yang dapat disetujui untuk diberikan skema fasilitas impor sementara adalah:

  • Barang tidak habis dipakai
  • Identitas barang mudah untuk dilakukan identifikasi
  • Dalam jangka waktu pemberian skema fasilitas impor sementara, barang tersebut tidak mengalami perubahan bentuk secara hirarki kecuali aus selama penggunaan.
  • Tujuan penggunaan barang tersebut jelas
  • Terdapat dokumen pendukung bahwa atas barang tersebut akan diekspor kembali

 

Kategori barang impor sementara yang mendapat pembebasan bea masuk berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat 2 PMK 142 meliputi:

  • Barang untuk keperluan pameran
  • Barang untuk keperluan seminar
  • Barang untuk keperluan peragaan
  • Barang untuk keperluan tenaga ahli
  • Barang untuk keperluan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan
  • Barang untuk keperluan pertunjukan umum
  • Kemasan yang digunakan secara berulang-ulang atau tidak
  • Barang untuk keperluan contoh atau model
  • Kapal pesiar(yacht)
  • Kendaraan pribadi
  • Barang untuk diperbaiki, direkondisi, diuji, dan dikalibrasi
  • Binatang hidup untuk pertunjukan umum
  • Barang penanggulangan bencana alam
  • Barang untuk keperluan POLRI dan TNI
  • Kapal yang diimpor oleh pelayaran niaga dan penangkapan ikan nasional
  • Pesawat dan mesin pesawat yang diimpor oleh perusahaan penerbangan nasional
  • Barang pribadi penumpang, barang pribadi awak sarana pengangkut, dan barang pribadi pelintas batas
  • Barang pendukung proyek pemerintah
  • Petikemas

Pemberian keringanan bea masuk diperlakukan terhadap barang impor sementara yang memenuhi persyaratan selain dari kategori barang impor sementara yang diberikan pembebasan.  Termasuk sebagai barang impor sementara yang diberikan keringanan adalah:

  • Mesin dan peralatan untuk kepentingan produksi atau pengerjaan proyek Infrastruktur
  • Barang yang digunakan untuk melakukan perbaikan
  • Barang yang digunakan untuk melakukan pengetesan atau pengujian

Atas kegiatan impor sementara terhadap barang tersebut, importir akan dikenakan pungutan berupa:

Bea masuk sebesar 2% untuk setiap bulan atau bagian dari bulan dari jumlah bea masuk yang seharusnya dipungut

Pajak Pertambahan Nilai(PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah(PPnBM) secara penuh 100%. Akan tetapi, kewajiban membayar PPN atau PPnBM tidak berlaku apabila importir mendapatkan skema fasilitas perpajakan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku.

Selain kewajiban membayar Bea Masuk, PPN dan PPnBM, Importir diwajibkan mempertruhkan jaminan sebesar selisih antara bea masuk yang seharusnya dibayar dengan yang telah dibayar ditambah dengan Pajak Penghasilan Pasal 22.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s