Importir Borongan Menuju Jalur Impor Resmi

Masalah impor beresiko tinggi sudah menjadi lifestyle. Pelaku industri selalu membandingkan dua opsi
yaitu yang normal sesuai aturan dan ilegal yang seringnya menjadi solusi karena tidak dipersulit dengan aturan-aturan pemerintah.

Perbaikan di berbagai sektor diupayakan pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang sehat. Maraknya isu perdagangan ilegal dan keluhan serta pengaduan masyarakat atas kegiatan impor ekspor ilegal, membuat Bea Cukai mengambil langkah tegas. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan penertiban impor berisiko tinggi yang tengah serius dilakukan pemerintah, bukan untuk mematikan kegiatan ekonomi.

Ia menginginkan adanya praktik bisnis yang bersih, adil, dan transparan bagi para pelaku ekonomi khususnya para importir berisiko tinggi (very high risk importer/VHRI) yang berpotensi menyelundupkan barang-barang ilegal masuk ke Tanah Air.

Dalam menangani impor berisiko tinggi harus melibatkan sebanyak mungkin institusi yang berperan, baik aparat penegak hukum atau pembuat kebijakan, sehingga masalah bersama di mana kita semua harus memberantas praktik bisnis ilegal yang menimbulkan unfairness dan budaya bisnis yang tidak baik, yang berimbas pada rusaknya tatanan bisnis.

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dengan kegiatan yang lebih fair dan taat hukum, sejak Desember 2016, Bea Cukai memulai program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program yang merupakan upaya perbaikan berkelanjutan ini, tidak hanya menyasar kinerja internal, namun juga para pengguna jasa Bea Cukai.

Impor berisiko tinggi memiliki peluang penyelewengan yang lebih besar sehingga dapat mengakibatkan beredarnya barang ilegal. Peredaran barang ilegal mengakibatkan persaingan usaha yang tidak sehat dan penerimaan negara yang tidak optimal.

Dengan ditertibkannya impor berisiko tinggi, volume peredaran barang ilegal dapat turun sehingga dapat terjadi ‘supply gap’ yang dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga penerimaan negara bisa optimal serta mendorong perekonomian dalam negeri.

Seperti diketahui, program ini merupakan tindak lanjut Menteri Keuangan bersama Bea Cukai dalam mengoptimalkan pendapatan pajak sejak November 2016 silam. “Kami dengan Bea Cukai akan terus perangi penyelundupan, terutama mereka-mereka yang selama ini melakukan impor secara apa yang disebut dengan borongan,” tegas Sri Mulyani usai mengunjungi toko barang-barang mewah di Mal Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Dia menjelaskan, impor borongan merupakan salah satu bentuk kecurangan importir karena berniat menyelundupkan barang dengan membawa banyak barang yang berbeda jenis dan uraian dalam satu kontainer.

“Itu menjadi salah satu bentuk dan cara untuk menyelundupkan barang karena mereka bawa satu kontainer dengan isi berbagai macam dan bayar secara rata-rata,” ungkapnya.

Sri Mulyani mengaku akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menertibkan praktek impor borongan tersebut. Selain meningkatkan pengawasan di pelabuhan resmi, dirinya juga ingin Ditjen Bea dan Cukai mengawasi pelabuhan-pelabuhan yang tidak diperuntukan melakukan impor.

“Sementara di Indonesia banyak pelabuhan yang bisa dipakai untuk masuk secara tidak formal. Saya yakin bisa ditertibkan dan saya minta Ditjen Bea dan Cukai untuk tertibkan kepada para importir borongan yang menjadi salah satu pintu masuk barang-barang tak legal,” pungkas Sri Mulyani.

3 thoughts on “Importir Borongan Menuju Jalur Impor Resmi”

  1. saya setuju impor borongan dihapus supaya bisnis bisa bersaing dengan fair, saya PKP UKM sejak Juli 2013 terganjal aturan PP46/2013 tentang omzet dan berat berang 100kg untuk PIB, untungnya sekarang sudah ada 182/PMK.04/2016. TENTANG. KETENTUAN IMPOR BARANG KIRIMAN. sehingga kami bisa mengajukan SKB PPH PSL 22 IMPOR dan semoga PJT benar-2 kerja dengan baik dan memperhatikan aturan dan ijin yg kami punyai sehingga TIDAK NGAWUR LAGI setiap buat tagihan benar-2 melihat dokumen dengan benar dan bukan maksa harus dibayar tanpa bisa direvisi atas kesalahan para PJT seperti FEDEX/DHL/TNT/UPS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s