Kelompok Eksportir Fasilitas KITE Bebas Bea Masuk dan PPN

Dalam rangka mendukung peningkatan kinerja, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang biasa disebut Indonesia Eximbank bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggelar business gathering yang diikuti oleh para pengusaha berorientasi ekspor.

Kerja sama yang dijalin antara Bea Cukai dengan Indonesia Eximbank berupa penjaminan atas fasilitas Bea Cukai. “Kami akan berupaya memberikan kemudahan, kepastian dan penjaminan yang murah pada perusahaan yang tergabung dalam kelompok fasilitas KITE,” katanya dalam acara Business Gathering yang mengundang para pengusaha berorientasi ekspor di Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegiarso menjelaskan aktivitas ekspor di Indonesia mengalami pertumbuhan di tahun 2017 ini. Hal itu membuatnya optimis terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia ke depannya.

“Pertumbuhan ekspor di Indonesia terjadi tidak hanya dari segi volumenya, tapi juga nilai ekspor. Maka dari itu kami yakin untuk memberikan pembiayaan penjaminan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya,”

Indonesia Eximbank telah menggelontorkan dana sebesar Rp 88,5 triliun pada tahun 2016, berencana untuk menetapkan target yang lebih tinggi di tahun 2017, yaitu sebesar Rp 105 triliun. Susiwijono menginginkan agar ekspor Indonesia dapat terus ditingkatkan karena saat ini ekspor dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Plt Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Susiwijono mengatakan, ‎pemberian fasilitas KITE dibutuhkan eksportir seiring pemulihan ekonomi global dan perbaikan pertumbuhan nilai ekspor pada semester I 2017 sebesar 14,03 persen.

“Dengan KITE, eksportir akan terbebas dari bea masuk dan PPN atas bahan baku untuk diolah, dirakit, dipasang dan hasil produksinya diekspor,” tutur Susiwijono, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Menurutnya, fasilitas ini pastinya mengurangi biaya produksi barang dan memangkas proses birokrasi, sehingga menciptakan harga produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

“Eximbank bersedia memberikan jaminan bagi fasilitas KITE pembebasan yang dimiliki eksportir kepada Ditjen Bea Cukai,” ucapnya.

Fasilitas KITE juga bisa dimanfaatkan oleh Industri Kecil Menengah (IKM). Masing-masing perusahaan mendapatkan kuota pembebasan dari jaminan bea masuk dan PPN senilai total Rp 350 juta untuk kriteria kecil dan sampai Rp 1 miliar untuk kriteria menengah.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi berharap, para eksportir yang mendapatkan fasilitas KITE bisa memanfaatkan pusat berikat untuk menampung impor bahan baku yang berorientasi ekspor.

“Jadi suplainya tidak sendiri diimpor. Kami harapkan berkelompok. Kalau barang bakunya bisa impor dalam partai besar kalau beli banyak kan biasanya lebih murah. Kedua mengurusnya hanya sekali. 100 kontainer sekali impor kan beda dengan 1 kontainer,” kata Heru.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s