Pemberlakuan Bea Masuk 0% Dimulai

Agar tidak merugikan pelaku bisnis dalam negeri dan juga merugikan daya saing produk dalam negeri, pemerintah melalui kebijakan ekonomi menegaskan pentingnya memberikan pembebasan bea masuk agar komponen industri dalam negeri bergairah. Pemerintah meyakini bila benar-benar tak ada lagi tarif bea masuknya, sejumlah pemain lokal sudah benar-benar siap.

Pelaku usaha di sektor logistik, perkapalan dan pelayaran pun menyambut baik paket kebijakan ekonomi XV. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto yang juga merupakan Ketua DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengungkapkan harapannya agar beyond cabotage bisa cepat terwujud.

Carmelita juga menyambut baik pemberian insentif pajak 0 persen bagi 115 komponen kapal untuk industri galangan kapal. Hal ini akan membuat harga produk dan layanan galangan kapal menjadi efisien.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga menyatakan,  aturan itu tidak kontra produktif. Tarif bea masuk atas produk keramik impor asal Negeri Tionghoa rencananya akan diubah dari 20% menjadi 0% mulai 2018.

“Apalagi biaya angkut logistik dari China ke Indonesia lebih murah daripada Jakarta ke Medan,” kata Elisa.

Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) mendorong agar pemerintah mau mengubah tarif bea masuk impor bahan baku berupa intan yang telah diasah sebesar nol persen dari sebelumnya 5 persen. Saat ini, Indonesia telah memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika Serikat sehingga bea masuk emas dari Indonesia ke AS nol persen. Singapura telah memiliki perjanjian FTA dengan Dubai sehingga tidak perlu membayar bea masuk.

Bea masuk nol persen telah diberlakukan untuk penjualan minuman. Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Yongky Surya Susilo mengatakan, penjualan industri minuman telah mendapat pemebebasan bea masuk produk asing nol persen.

Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Oza Olavia mengatakan, perjajian perdagangan juga memengaruhi bea cukai minuman ringan. “Kalau minuman ada perjanjian internasionalnya kita masuk negara lain. Negara lain masuk ke kita tergantung perjanjian ekspor, tapi setahu saya minuman beralkohol yang nol persen,” kata Oza.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan berdiskusi dengan produsen untuk mengantisipasi dampak perubahan aturan tersebut pada daya saing industri.

Dia menilai Indonesia bisa mendukung industri nasional lewat penerapan hambatan non-tarif, terutama penetapan SNI agar pasar nasional terlindungi dari produk murah berkualitas rendah.

Airlangga menambahkan pemerintah juga bisa mengharuskan produk impor masuk lewat Bitung, Sulawesi Utara untuk menjaga daya saing logistik industri keramik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s