Waspada Beredar Makanan Kadaluarsa Daur Ulang

Cilok, cilor, seblak, cilung, dan makanan sejenisnya menjadi sasaran campuran bumbu aneka rasa pada makanan rekondisi dari bahan yang telah kedaluwarsa. Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan pihaknya menemukan serbuk dengan rasa seperti barbeque, balado, rumput laut dan rasa lainnya kerap digunakan untuk penyedap rasa makanan rekondisi.

“Karenanya, kami menghimbau kepada warga agar lebih berhati-hati dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi. Teliti masa kedaluwarsanya, karena selain direkondisi, ada barang yang juga langsung dijual,” tegasnya.

Pelaku sudah melakukan aktivitasnya selama 2 tahun. Dengan produk dipasarkan meliputi Kabupaten dan Kota Tegal, Brebes, Pemalang, dan Pekalongan. Pelaku melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Rumah yang digunakan untuk memproduki juga selalu dalam konsisi tertutup.

“Warga memang kerap mendengar suara mesin. Namun, tidak curiga kalau ada aktivitas di dalam rumah itu,” tambahnya.

Iwan Setiawan (47) mengaku sudah dua tahun melakukan pengolahan daur ulang makanan yang telah kadaluwarsa. Menurutnya, barang-barang tersebut didatangkan dari daerah Jawa Barat.

“Saya mengambil kesana. Kalau aktivitas pengolahan saya lakukan setiap hari,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, makanan kadaluarsa tersebut dijadikan bubuk penyedap rasa untuk makanan seperti cilok, cilung dan makanan lainnya. Adapun pemasaran produksinya meliputi wilayah Tegal, Brebes dan Pemalang.

Iwan mengaku dari aktivitas ilegalnya itu dirinya mengaku memperoleh keuntungan hingga Rp3 juta.

Dari lokasi kejadian, kata Kapolres, pihaknya mendapati sejumlah makanan ringan berbagai merek dan ukuran yang diduga telah melebihi batas expired yabg siap diolah. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan manakanan rekondisi yang siap diedarkan.

“Modus yang digunakan pelaku yakni membeli makanan yang sudah kadaluarsa kemudian diolah menjadi bentuk bubuk yang biasanya digunakan sebagai bumbu rasa pada jajanan yang dijual pedagang,” tegasnya.

Disebutkan Kapolres, jumlah makanan yang disita mencapai 0,5 Ton. Selanjutnya, barang bukti tersebut beserta seorang pelaku diamankan ke Mapolres Tegal untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut Kapolres, pelaku akan mengenakan pasal 62 jo 8 ayat (1) dan (2) UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp2 miliar. Selain itu, juga akan dikenakan pasal 106 jo 24 ayat (1) UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp10 miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s